Pelajari strategi membuat dua versi resume yang berbeda agar tetap relevan untuk dua bidang profesi yang ingin Anda jelajahi.
Banyak talenta muda berbakat memiliki kemampuan di dua bidang yang cukup kontras. Misalnya, seseorang yang memiliki keahlian di bidang Akuntansi Keuangan sekaligus mahir dalam Desain Grafis & Fotografi; atau lulusan Komputer yang menyukai dunia Penjualan & Public Relations.
Kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah menggabungkan kedua bidang yang berbeda ini ke dalam satu lembar CV yang sama. Hal tersebut akan membuat rekruter bingung: 'Apakah orang ini seorang akuntan atau desainer grafis?'.
Strategi Mengelola Dua Jalur Karir
- Buat Dua Dokumen CV Terpisah yang Terfokus
Miliki dua berkas PDF yang berbeda
- CV Versi A: Ditujukan khusus untuk posisi Finance, Akuntansi, dan Staf Administrasi. Tonjolkan keahlian perpajakan, rekonsiliasi bank, dan sertifikasi Brevet Pajak.
- CV Versi B: Ditujukan khusus untuk posisi Desain Grafis, Social Media Officer, dan Kreatif. Tonjolkan portofolio visual, penguasaan software Adobe, dan engagement campaign.
-
Sesuaikan Ringkasan Profil dan Kata Kunci Pastikan judul profil di bagian paling atas langsung mencerminkan posisi sasaran. Jangan menulis 'Generalis Serba Bisa', melainkan 'Detail-Oriented Financial Auditor' pada CV A dan 'Creative Visual Designer' pada CV B.
-
Gunakan Akun LinkedIn untuk Menjembatani Keduanya Di LinkedIn, Anda bisa menampilkan peran utama Anda sebagai profesi primer, sambil menyertakan portofolio sampingan Anda di bagian Featured Media untuk menunjukkan kekayaan bakat Anda.